Labuhanbatu-fokuspost.com- Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar rapat kerja evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Kantor Bupati Labuhanbatu, Selasa (13/01).
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Ir. Hasan Heri Rambe, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Dr. H. Asbin Pasaribu, para Asisten Setdakab, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan dinas terkait, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang termasuk dalam Asta Cita dan wajib disukseskan hingga ke daerah.
“Program ini adalah amanah besar dari Presiden. Di daerah, kita bertanggung jawab memastikan pelaksanaannya sesuai standar, higienis, aman, dan benar-benar sampai kepada anak-anak yang berhak,” tegas Hasan Heri Rambe.
Sekda mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat tidak menganggap remeh aspek keselamatan dan kualitas makanan.
Ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini agar tidak terjadi insiden yang dapat mencederai kepercayaan publik, seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
Dalam rapat evaluasi tersebut, pemerintah daerah merumuskan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya dengan mengundang seluruh pengelola dapur MBG guna memastikan keakuratan dan kelengkapan data, yang selanjutnya akan disinkronkan dengan dinas serta lembaga terkait.
Selain itu, Pemkab Labuhanbatu akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan dan pembangunan SPPG, guna memastikan seluruh dapur memenuhi standar teknis dan operasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sekda juga mendorong penggunaan bahan pangan lokal seperti beras, sayur-mayur, ikan, dan telur dalam pelaksanaan program MBG.
Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga perputaran ekonomi daerah sekaligus memberdayakan petani dan pelaku usaha lokal.
“Kalau bisa dari daerah sendiri, jangan ambil dari luar. Supaya ekonomi masyarakat kita ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan Heri Rambe menegaskan bahwa seluruh dapur penyedia makanan bergizi wajib memiliki sertifikat higienitas dan sertifikat halal, sebagai jaminan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi anak-anak.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi izin operasional sementara bagi dapur yang masih dalam tahap pemenuhan persyaratan, sepanjang memenuhi ketentuan dasar yang berlaku.
Rapat evaluasi tersebut ditutup dengan penegasan Sekda agar seluruh pengelola dapur dan tim pelaksana menjalankan Program Makan Bergizi Gratis dengan penuh tanggung jawab, demi menjamin tumbuh kembang dan masa depan anak-anak di Kabupaten Labuhanbatu.







