A-R-T-IK-E-L : GEMA SAHABAT: Ketika Budaya Labuhanbatu Turun Tangan, Anak Bangkit dari Luka Bencana

Inovasi GEMA SAHABAT (Gerakan Empati Masyarakat Sahabat Anak Hebat) hadir bukan sekadar sebagai program sosial, tetapi sebagai gerakan kebudayaan yang hidup dan menyentuh langsung denyut kemanusiaan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu.

Digagas dan digerakkan oleh Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu, GEMA SAHABAT menjadi ruang kolaborasi lintas etnis, lintas lembaga, dan lintas kepedulian.

Bacaan Lainnya

Masyarakat dari beragam latar belakang Jawa, Batak, Tionghoa, hingga unsur pemerintah dan swasta bersatu dalam satu barisan aksi: memulihkan semangat anak-anak korban bencana.

Gerakan ini menjelma sebagai wujud nyata semangat gotong royong yang berakar kuat pada nilai budaya lokal.

Kebudayaan tidak hanya dipentaskan dalam seremoni, tetapi dihadirkan dalam tindakan menyapa, memeluk, mendengarkan, dan mendampingi anak-anak yang sedang berjuang bangkit dari trauma.

Melalui rangkaian kegiatan trauma healing, bernyanyi bersama, penguatan motivasi, hingga penyaluran bantuan perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar, GEMA SAHABAT menyentuh langsung anak-anak terdampak bencana di Batang Toru, Sumatera Utara, serta Aceh.

Di tengah tenda-tenda pengungsian, kebudayaan tampil sebagai energi pemulih menguatkan mental, menumbuhkan kembali rasa aman, serta menghadirkan senyum di wajah anak-anak.

Lebih dari sekadar aksi sosial, Program GEMA SAHABAT menjadi sarana pembelajaran karakter sejak usia dini.

Anak-anak diperkenalkan pada makna empati, kepedulian, dan kebersamaan sebagai identitas masyarakat Labuhanbatu.

Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari Labuhanbatu berarti tumbuh sebagai pribadi yang berani berbagi, menghargai perbedaan, serta siap menjadi sahabat bagi siapa pun.

Inilah wajah kebudayaan Labuhanbatu yang sesungguhnya bukan hanya dilestarikan, tetapi diaktualisasikan.
Bukan hanya dikenang, tetapi dirasakan.
Dan bukan sekadar diwariskan, melainkan dihidupkan untuk masa depan.

Melalui GEMA SAHABAT, Labuhanbatu menegaskan satu pesan penting:
budaya yang kuat adalah budaya yang mampu merawat luka, menyatukan perbedaan, dan menumbuhkan harapan bagi generasi penerus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *