Agen LPG 3 Kg PT. Pertamina Sukha Subur Sukses, di duga tipu beberapa pangkalan

Ket.gambar : terlihat plank Agen LPG 3 Kg PT. Pertamina Sukha Subur Sukses di rantau Prapat Labuhanbatu

LABUHANBATU-(fokuspost.com)

Bacaan Lainnya

 

Agen LPG 3 Kg PT Pertamina (Persero) Sukha Subur Sukses Rantau Prapat di duga menipu beberapa pangkalan gas LPG subsidi 3 Kg, karena di stop penyalurannya secara dadakan akibat LOGBOOK tidak di buat. hal tersebut di sampaikan oleh pemilik pangakalan tabung gas inisial NUR dan HAN kepada media Rabu sore (3/5/2023), Di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

NUR salah seorang korban mengatakan, beliau merasa sangat di rugikan oleh Agen PT.Sukha Subur Sukses karena untuk membuka pangkalan, mereka harus mengeluarkan biaya yang besar bahkan sampai meminjam uang di salah satu bank agar permintaan pihak Agen LPG tersebut terpenuhi.

” Waktu itu pak,  orang itu minta buku laporan yang namanya Logbook.saya gak ngerti isinya, udah saya isi katanya salah. Jadi saya mau belajar gak tahu kantornya gak ada di sini (Labuhanbatu.red) jadi saya di paksanya untuk bayar satu tahun.terus, mereka minta Rp.2.400.000.,(belajar LOGBOOK.red) sementara pangkalan tabung gas itu sama saya baru 6 bulan.nah, dari situ saya gak mau, kemudian bertengkar lah kami sama adminnya inisial NON dan setelah itu di berhentikan lah penyalurannya.” Sebut NUR.

Kemudian lanjut NUR, padahal biaya yang saya keluarkan tidak sedikit, untuk balik namanya aja awalnya mereka minta 8 JT kemudian di tawar menjadi 5 JT dan langsung saya bayar dengan jatah saya 140 tabung perminggu.namun selama dalam satu bulan, setiap Minggu tidak pernah cukup sesuai kuota yang di masukkan mereka tabung LPG 3 Kg tersebut.tidak hanya di situ, mereka juga minta uang kartu dan lain lain, udah banyaklah di tipu mereka pak, ujarnya.

Di samping itu, hal senada juga di sampaikan oleh inisial HAN yang sudah menyetorkan uang sebesar Rp. 18.000.000 juga memberikan komentar yang menohok

” Awalnya saya gak ada masalah dengan LOGBOOK karena semua sudah saya bayarkan. Kalau soal setoran uang tersebut (18 JT.red) kepada IND memang ada. karena Setahu saya utusan dari PT.Sukha Subur Sukses itu kan si IND. Sebelum masuk kabarnya di pangkalan lain IND juga yang memasukkan tabung gas tersebut. Karena saya percaya, maka saya kasihkan lah sejumlah uang sebanyak 18 JT itu kepada IND” Kata HAN kepada media Kamis (4/5).

Begitu gas LPG 3 Kg tidak masuk ke pangkalan, saya coba menghubungi si IND namun, HP nya tidak aktif saat di telpon, ucapnya.

Karena merasa curiga sambung HAN, saya coba ke kantor dan menjumpai Pihak yang bertanggung jawab di PT.Sukha Subur Sukses.

” Pada saat itu saya bertemu dengan si NON. selaku admin di PT Sukha Subur Sukses, NON mengatakan kepada saya bahwa, uang yang saya setorkan kepada si IND tidak ada masuk ke kantor. Kemudian saya pertanyakan gimana dengan pangkalan saya ke depannya sementara masyarakat nanya pikir mereka saya pulak nanti yang sembunyikan tabung gas LPG tersebut. ” Kata HAN.

Kemudian Admin PT.Sukha Subur Sukses NON berdalih mengatakan kepada HAN bahwa semua ini adalah ulah si IND di lapangan.

Selanjutnya, dua hari sesudah lebaran kata HAN, si IND menghubungi HAN bahwa uang tersebut tidak di setornya ke kantor.IND mengakui dan mengatakan akan mengembalikan uang tersebut.namun, IND minta tenggat waktu 2 bulan, kendatipun demikian seandainya tidak di pulangkan oleh IND maka HAN akan melakukan upaya hukum untuk melaporkan pihak PT.Sukha Subur Sukses (IND.red) ke pihak yang berwajib.

Terpisah, saat media coba mengkonfirmasi dengan direktur PT.Sukha Subur Sukses inisial DH, beliau mengatakan bahwa permasalahan ini sudah berupaya di dudukkan namun beliau berdalih seolah olah ini sudah tersampaikan.

” Jadi begini bg, itu kan kemaren sudah kami dudukkan, aku ni gak tahu maksudnya lewat mana, karena kemaren lain, sekarang lain lagi yang menanyakan, abg menanyakan dengan  membawa bawa nama media, jadi kami kan sudah clear kan permasalahan ini, terus ada beberapa pangkalan kami yang tidak sesuai dengan SOP peraturan PT kami, habis dari Riau saya menuju ke Medan untuk bertemu Wadirkrimsus, pulang dari Medan, baru saya menuju ranto.nah setelah itu nanti kami mau ketemu serta dudukkan permasalahannya dan kami mau  omongkan semua.” Akunya saat mengatakan kepada media bahwa dirinya masih posisi di RIAU Pekanbaru.

Di sisi lain ketua LSM Tawon sumut  Ramses Sihombing menanggapi tentang permasalahan tersebut.

Menurut Ramses, beliau bersama TIM akan melaporkan perusahaan tersebut secara tertulis ke PT.Pertamina (persero) dan instansi Dinas terkait, juga aparat penegak hukum yang ada di negara Republik Indonesia.

Karena jelas diatur didalam UU nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (MIGAS) bumi, juga peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia nomor 26 tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri ESDM nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 70 tahun 2021 tentang Penyediaan ,Pendistribusian, dan Penetapan harga Liquefed Petroleum Gas tabung yang 3 kilogram.(Tim/mk007)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *