Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku memang baru akan digelar pada tahun 2029 mendatang.
Namun, dinamika politik di provinsi berjuluk seribu pulau itu mulai terasa sejak dini.
Sejumlah figur telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan posisi dan kendaraan politik mereka dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Salah satu figur yang mencuri perhatian publik adalah Abdullah Vanath (AV), Wakil Gubernur Maluku yang juga dikenal sebagai mantan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku.
Langkah politik AV semakin menarik sorotan setelah ia resmi bergabung dengan Partai NasDem.
Keterlibatan AV di tingkat DPP Partai NasDem bukan sekadar langkah simbolik, melainkan indikasi dari strategi politik besar yang matang dan realistis dalam mempersiapkan diri menuju Pemilihan Gubernur Maluku 2029.
Posisi di DPP memperluas jejaring politik AV hingga ke level nasional, sekaligus memperkuat daya tawar politiknya di kancah daerah.
Ini menjadi sinyal kuat bahwa AV tengah menata langkah politik dengan perhitungan yang cermat dan visi yang jauh ke depan.
Dengan pengalaman panjang dalam pemerintahan dan politik, termasuk kiprahnya sebagai Wakil Gubernur Maluku, AV memiliki modal sosial dan politik yang kokoh.
Kedekatannya dengan masyarakat di seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.
Kini, dengan posisinya di DPP NasDem, AV juga memiliki akses langsung terhadap pengambil kebijakan dan jejaring nasional, membuka peluang konsolidasi lintas partai dan dukungan dari berbagai tokoh nasional.
Kendati demikian, secara aritmetika politik, Partai NasDem yang saat ini memiliki enam kursi di DPRD Provinsi Maluku masih membutuhkan mitra koalisi untuk dapat mengusung calon gubernur dalam Pilgub 2029.
Karena itu, membangun komunikasi dan koalisi politik lintas partai akan menjadi langkah strategis berikutnya yang tentu sudah diperhitungkan dalam peta politik AV.
Langkah Abdullah Vanath untuk bergabung dan mengambil posisi strategis di DPP Partai NasDem memperlihatkan kecermatan, visi, dan kesiapan politik yang matang.
Dengan pengalaman birokratis yang panjang, kemampuan membangun jejaring daerah-pusat, dan dukungan akar rumput yang luas, AV tampil sebagai figur potensial yang patut diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub Maluku 2029.
Jika konsistensi dan komunikasi politiknya terus dijaga, langkah Abdullah Vanath melalui Partai NasDem dapat menjadi pintu menuju babak baru kepemimpinan Maluku sebuah arah baru bagi provinsi kepulauan yang kaya potensi, namun menanti pemimpin dengan visi besar dan langkah realistis untuk membawa kemajuan.
Kaperwil Maluku (SP)







