Bom Molotov dalam Tawuran Pemuda di Tanjung Tiram, Batu Bara Darurat Keamanan! Pengamat Sosial: Ini Bukan Lagi Kenakalan, Ini Teror

BATU BARA-fokuspost.com-Aksi tawuran antar kelompok pemuda dengan menggunakan bom molotov di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai kecaman keras dari pengamat sosial Irwansyah Nasution. Selasa (24/2/2026)

Peristiwa yang terjadi itu dinilai telah melampaui batas kenakalan remaja dan berubah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan warga.

Bacaan Lainnya

Irwansyah menyebut, aksi tawuran yang melibatkan sejumlah geng pemuda tersebut dilakukan secara terbuka di jalanan, bahkan dengan cara saling melempar bom molotov di beberapa titik di kawasan Jalan Beringin, Kecamatan Tanjung Tiram.

“Ini bukan main-main. Tawuran di Tanjung Tiram sudah memakai bom molotov. Kejadiannya viral di media sosial, tersebar di berbagai grup WhatsApp Pokdar Kamtibmas se-Indonesia.

Teman-teman saya di luar daerah sampai menelepon dan bertanya, kenapa bisa tawuran seperti di film koboi, sementara aparat seolah tidak hadir,” tegas Irwansyah.

Menurutnya, aksi pelemparan bom molotov di tengah permukiman padat penduduk menimbulkan ketakutan luar biasa di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut disebutnya belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir di wilayah Tanjung Tiram.

“Bayangkan, malam hari gerombolan anak muda melempar bom molotov di jalan umum. Untung tidak mengenai rumah warga. Situasinya sangat mencekam,” ujarnya.

Irwansyah menilai, maraknya tawuran geng pemuda di Tanjung Tiram menunjukkan krisis rasa aman yang semakin parah.

Ia mempertanyakan sejauh mana kepedulian seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan lingkungan yang selama ini dikenal menjunjung nilai-nilai budaya Melayu.

Sebagai pengamat sosial, Irwansyah mengaku telah berupaya membangun partisipasi masyarakat melalui pembentukan 14 kelompok Sadar Kamtibmas di desa-desa yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Batu Bara, bekerja sama dengan unsur kepolisian, baik Polres maupun Polsek, selama lima tahun terakhir.

Bahkan, sebagai bentuk komitmen, ia menerbitkan sebuah buku berjudul Pesan Kamtibmas sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran bersama menjaga keamanan daerah.

“Ini bukan omon-omon. Ini bentuk keseriusan kami mendorong kemajuan pembangunan Kabupaten Batu Bara melalui keamanan dan ketertiban,” katanya.

Ia menegaskan, keamanan bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan, terutama oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Batu Bara.

Namun demikian, Irwansyah juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian semata.

“Kalau memang Tanjung Tiram sudah masuk kategori daerah rawan, maka pemerintah daerah dan masyarakat harus ikut mengambil peran aktif. Tidak bisa hanya menunggu polisi,” tegasnya.

Ia mendorong agar kembali dibangun kolaborasi antara pemerintah, warga, dan kepolisian dengan menata ulang serta menghidupkan kembali kelompok Sadar Kamtibmas yang sebelumnya sempat berkembang, namun kemudian berhenti di tengah jalan.

“Kita tidak perlu sibuk saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah keberanian bersama untuk tidak takut terhadap teror geng-geng molotov ini. Batu Bara harus berani berbenah. Hentikan pencitraan tanpa kesungguhan. Sudah saatnya kita membangun keamanan secara jujur dan nyata,” pungkasnya.
(aus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *