FOKUSPOST.COM | BURU – Demiyanus Hukunala (29), berAgama Khatolik warga Dusun Metar,Désa Wamsalit Kecamatan Lolongguba Kabupaten Buru ditemukan jatuh dan tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya jatuh ke dalam jembatan penggantian dengan kedalaman sekitar dua Meter lebih yang sedang dikerjakan oleh:
CV CINDY dengan
Nomor kontrak: HKO 102 BB 16/498674.12/2023/02
Tanggal kontrak: 20 Februari 2023
Nilai kontrak: Rp. 6.644.864.869,-
Anggaran: APBN
Tahun: 2023
Pelaksana: CV CINDY
Konsultan Supervisi:
PT. Sickle Jasa KSO
PT. Laras Sambada
PT. Prima Nurkele Konsultas.
Yang sedang dikerja menggunakan dana APBN yang begitu besar sangat disesalkan tidak melengkapi K3.Pekerjaan yang berada di dusun Utaramalahin, desa Ohoilahin, Kecamatan Lolongguba, Kamis (26/4/2023).
Mayat Demianus baru ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 8.00. WIT. pagi
Menurut warga setempat, kemungkinan Demianus sudah terjatuh dan meninggal sejak malam hari akibat motor yang dikendarainya terjatuh ke dalam jembatan yang sementara dikerjakan oleh CV. Cindi.
Beberapa warga dusun di lokasi kejadian enggan berkomentar lantaran mereka tidak melihat secara langsung peristiwa tersebut.
Namun ada juga yang mengatakan, penyebab Demianus jatuh dan meninggal di tempat (TKP) karena proyek jembatan yang sedang dikerjakan tidak diberi palang penghalang dan tidak diberi lampu penerangan di malam hari.
Menurut mereka, dari posisi jatuhnya motor, maka dapat dipastikan korban dari arah Waeapo menuju rumahnya di dusun Metar.
“Jembatan yang sedang dikerjakan sangat rawan karena keberadaan jembatan tersebut adalah jembatan lintas Namlea – Namrole.Kejadian seperti ini sering terjadi para pengendara sepeda motor lain di proyek ini cuman ketahuan warga dan selalu di bantu oleh warga setempat.
Diduga pihak perusahan (Proyek) lalai, tidak memberi lampu penerang di malam hari serta tidak ada penghalang sebagai tanda ada pekerjaan proyek”, ujar seorang warga
Ia melanjutkan, pemasangan lampu dan penghalang sangat penting agar orang yang lewat bisa melihat dan berhati-hati.
“Palang seng baru dipasang setelah ada korban, awalnya tidak ada”, ujar salah satu warga di tempat kejadian perkara (TKP) yang tidak mau nama nya dipublikasikan.
Dan yang dipertanyakan di tempat kejadian perkara (TKP) tidak di pasang garis Polisi (POLICE LINE).
Kapolsek Kecamatan Waiapo Ipda Andreas Panjaitan yang dikonfirmasi dari tempat yang berbeda lewat pesan singkat Whatsapp, sampai berita ini dipublikasi tidak menjawab.
Kaperwil Maluku (Sp)







