Medan-fokuspost.com-Pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025, kepedulian terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Salah satunya datang dari gabungan sejumlah organisasi di Provinsi Sumatera Utara yang menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke wilayah terdampak.
Pada 28 Desember 2025, misi kemanusiaan bertajuk “Bersama Merangkul Aceh” dilaksanakan oleh IKA HMI UISU, PPTI Sumatera Utara, Pemuda ICMI Sumut, Yayasan Zaid Bin Tsabit, BKM Al Azis, serta tim medis Fakultas Kedokteran UISU.
Misi ini dipimpin langsung oleh Koordinator Presidium IKA HMI UISU sekaligus Ketua PPTI Sumut, dr. Dedy Irawan Nasution, M.Kes., M.Ked (Clin Path)., Sp.PK., CH., CHt., CPCCP, yang turun langsung ke lapangan bersama tim medis dan relawan.
Fokus Bantuan Langsung ke Tiga Desa Terdampak
Bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Banai, Rantau Panjang, dan Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Berbagai kebutuhan dasar dibagikan, mulai dari sembako, air mineral, roti, pakaian layak pakai, sarung, mukena, kelambu, susu, hingga layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis.
dr. Dedy Ungkap Temuan Penyakit Pasca Banjir
Dalam keterangannya kepada media, dr. Dedy Irawan Nasution mengungkapkan bahwa tim medis menemukan sejumlah penyakit yang banyak diderita warga pasca banjir bandang.
“Kami menemukan banyak warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengalami ISPA, batuk, flu, demam, penyakit kulit, serta infeksi mata. Ini dampak langsung dari kondisi lingkungan pasca banjir,” ujar dr. Dedy, Senin (29/12/2025) melalui pesan WhatsApp.
Menurut dr. Dedy, lumpur sisa banjir yang belum dibersihkan menjadi faktor utama penyebab munculnya berbagai penyakit tersebut.
“Saat panas, lumpur menimbulkan debu, dan saat hujan kembali berlumpur. Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, pembersihan lumpur pasca banjir harus segera dilakukan agar penyakit tidak terus meluas,” tegasnya.
Ajakan Kepedulian dan Solidaritas
Di akhir kegiatan, dr. Dedy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam misi kemanusiaan tersebut.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan membantu pemulihan Aceh Tamiang.
“Kami berharap kepedulian ini tidak berhenti di sini. Aceh Tamiang masih membutuhkan dukungan agar dapat bangkit dan pulih sepenuhnya,” pungkas dr. Dedy.
(Herman Damanik)







