Namlea-fokuspost.com-Tragedi kembali terjadi di jalur F Wamsait, seorang penambang bernama La Aji, warga Waiheru dikabarkan tewas dibunuh. )15/7/2025).
Peristiwa memilukan ini menambah panjang daftar korban jiwa yang telah direnggut oleh tambang emas tanpa pengawasan tersebut.
Menanggapi kejadian ini, tokoh adat pemuda Buru, Nico Nurlatu, menyuarakan keprihatinannya yang mendalam dan menyerukan tindakan tegas dari Pemerintah Provinsi Maluku.
“Kami sudah terlalu sering berduka karena Gunung Botak. Nyawa demi nyawa melayang sia-sia. Ini bukan hanya tentang tambang, ini soal kemanusiaan. Kami minta Gubernur Maluku tidak lagi menunda. Penertiban total harus dilakukan sekarang,” tegas Nico Nurlatu di Namlea, Selasa siang.
Nico menyebut bahwa kondisi Gunung Botak sudah sangat memprihatinkan. Selain ancaman keselamatan, aktivitas tambang ilegal juga merusak lingkungan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
“Tanah adat kami dicabik-cabik. Hutan gundul, sungai tercemar. Yang lebih menyedihkan, kita seperti membiarkan anak-anak muda kita mati satu per satu. Jika ini terus dibiarkan, maka sejarah akan mencatat bahwa kita semua turut bersalah,” ucap Nico dengan nada kecewa.
Ia juga mendesak semua pihak, terutama aparat penegak hukum, untuk tidak ragu dalam menindak para cukong, penadah, dan jaringan di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.
Nico berharap, langkah Gubernur Hendrik Lewerissa yang belakangan gencar mendorong legalisasi dan penataan Gunung Botak segera diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Kami pemuda adat siap mendukung langkah penertiban. Tapi jangan hanya berhenti pada wacana. Kami ingin lihat aksi nyata. Hentikan aliran air mata di Gunung Botak,” pungkasnya.
Kaperwil Maluku (SP)