HANS STATION ‘Ganti Kulit’ Jadi BROTHER’S STATION di Minta APH Bertindak Sebelum Ulama Yang Turun Tangan

FOKUSPOST.COM | LABUHANBATU – Sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) yang kabarnya berada di jalan baru, Rantau Parapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, HANS STATION ganti kulit jadi BROTHER’S STATION di duga aktip menyediakan kesenangan kesenangan kepada para generasi muda di dunia gelap malam.

Suguhan syorga dunia yang menyenangkan yang di berikan BROTHER’S STATION memang memukau para generasi generasi yang haus akan aktifitas aktifitas yang extrim untuk membangkitkan nafsu Syahwat para anak muda dalam melepaskan hasrat /kesenangan dunia, padahal semua itu adalah kesenangan yang semu.

BROTHER’S STATION yang dahulu nya  bernama HANS STATION, sempat di tutup sementara oleh pemerintah dan Aparat Penegak Hukum ( APH). namun, setelah aman dan tenang, di duga mereka kembali beraksi dengan membuat nama atau merk yang baru.

Terpisah, Tim awak media mencoba mengkonfirmasi dengan salah satu tokoh Ormas islam Ketua Kumpulan Pemuda Akhir Zaman (KUPAZ) Al Ustadz Alpan mengenai maraknya Tempat Hiburan Malam salah satunya BROTHER’S STATION, beliau menuturkan kepada awak media.

” Kita mengharap kan agar kiranya pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu untuk dapat menyikapi dan menanggapi permasalahan ini, karena tempat tempat maksiat tersebut sangatlah merugikan, merusak. yang pastinya tidak ada dampak baik untuk daerah ini, selain hanya keuntungan atau untuk kepentingan individual saja. namun dampaknya sangat buruk, di mana generasi generasi akan teracuni dengan fasilitas fasilitas tersebut.” Ujar ust. Alpan.

Ust. Alpan juga mengharapkan siapa pun yang berkuasa agar tidak ikut serta mem back-up kegiatan kegiatan tersebut, agar hal ini tidak terjadi, bukan berarti kita mencekal atau melarang orang untuk membuat usaha, kalau misalnya ada hiburan boleh saja, tetapi harus bisa ikut aturan norma hukum dan agama yang sudah di berikan pemerintah bukan mencemari seperti meminum minuman khomar (arak, kamput, wiski,) prostitusi, narkoba dan lain sebagainya, sementara di ketahui banyak tempat hiburan yang ada di Labuhanbatu ini, tidak sesuai dengan prosedur prosedur yang telah di tetapkan  oleh pemerintah . ” Ucap Ust. Alpan.

Ketua KUPAZ ini juga menambahkan, bahwa pentingnya peran peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk kiranya dapat bekerjasama dalam mengontrol, memantau agar Labuhanbatu yang kita cintai ini, tidak tercemari oleh narkoba, tempat tempat maksiat dan kerusakan mental yang tidak mencerminkan adab dan akhlak di Kabupaten Labuhanbatu, apalagi sekarang banyak anak anak muda yang sudah terkontaminasi dengan kejahatan yang bisa merusak mental mereka, yang kemungkinan besar kita tidak akan temukan lagi generasi yang baik, cerdas, yang peduli untuk membangun daerah kita di Kabupaten Labuhanbatu ini. ” Sebut Ust. Alpan

Di tempat lain tim mencoba mengkonfirmasi Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, SIK, melalui Kasat intelkam Polres Labuhanbatu Sunarto melalui via Whatsapap (WA), Jum’at (7/10) kelihatan isi konfirmasi sudah contreng biru namun tidak ada memberikan respon .

Hingga berita ini di terbitkan, semua tokoh agama meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar bertindak cepat dalm memberantas penyakit masyarakat (PEKAT) terutama yang di BROTHER’S STATION, dan di tempat tempat yang lain, sebelum Ulama yang ada di Kabupaten Labuhanbatu ini yang turun tangan.

Reporter (Tim/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *