Komunikasi Visual: Peluang Strategis di Era Digital

Fokuspost.com | Aceh – Oleh Adilah Syahputri — Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh

Perkembangan teknologi informasi mendorong pergeseran besar dalam cara masyarakat mengakses dan mengolah informasi. Di tengah dominasi media digital, komunikasi visual menjadi elemen utama dalam penyusunan pesan modern. Visual tidak lagi sekadar pelengkap teks, tetapi berperan dalam membentuk persepsi, identitas, dan opini publik.

Bacaan Lainnya

Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memperkuat budaya komunikasi berbasis visual. Laporan DataReportal (2024) menunjukkan bahwa lebih dari 80% pengguna internet lebih tertarik pada konten visual dibandingkan teks panjang. Fenomena ini menjadikan literasi visual sebagai kompetensi penting di era digital.

Kemajuan teknologi—mulai dari Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), hingga Virtual Reality (VR)—mengubah praktik komunikasi visual menuju pengalaman yang lebih interaktif, personal, dan imersif. Tools berbasis AI seperti Canva AI dan Adobe Firefly mengotomatisasi proses desain, memungkinkan pelaku industri lebih fokus pada kreativitas dan konsep.

Komunikasi visual kini memiliki peran strategis dalam berbagai sektor. Industri kreatif menjadi salah satu penopang ekonomi digital, dengan profesi seperti graphic designer, content creator, motion graphic artist, dan creative director yang terus meningkat kebutuhannya. Di dunia pendidikan, visual membantu mempermudah pemahaman konsep melalui infografis, video pembelajaran, dan desain UI/UX. Dalam bisnis, identitas visual yang kuat terbukti meningkatkan daya ingat dan loyalitas konsumen.

Meski peluangnya besar, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Perkembangan teknologi menuntut profesional untuk terus memperbarui keterampilan teknis, sekaligus memahami etika visual di tengah maraknya manipulasi digital dan deepfake. Globalisasi juga menciptakan persaingan lintas negara yang membutuhkan kreativitas, inovasi, serta sensitivitas budaya.

Ke depan, komunikasi visual berpotensi semakin berkembang sebagai bidang yang menjanjikan. Dengan penguatan literasi digital, pemahaman teknologi, serta keterampilan kreatif, pelaku komunikasi visual dapat berperan besar dalam membentuk masyarakat yang lebih kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan digital. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *