FOKUSPOST.COM | Banda Aceh – Anies Baswedan adalah sosok yang tidak asing dalam ranah politik Indonesia. Ia merupakan mantan Menteri Pendidikan Indonesia periode 2014-2016 dan pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 bersama wakilnya, Sandiaga Uno.
Saat ini, Anies Baswedan merupakan calon presiden Indonesia yang diusung oleh partai NasDem untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyebut alasan penunjukan Anies sebagai capres karena mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dinilai sebagai sosok yang mampu untuk meneruskan pembangunan di Indonesia.
Lantas, bagaimana profil, latar belakang pendidikan, dan perjalanan karier Anies Baswedan? Simak penjelasannya berikut ini!
Profil Anies Baswedan
Anies Rasyid Baswedan atau yang lebih dikenal dengan nama Anies Baswedan adalah seorang akademisi, aktivis sosial dan politisi Indonesia yang lahir pada 7 Mei 1969 di Kuningan, Jawa Barat.
Ia adalah cucu dari Abdurrahman Baswedan atau A.R. Baswedan yang merupakan pahlawan nasional. Kakeknya adalah seorang pejuang kemerdekaan, nasionalis, jurnalis, diplomat, mubaligh dan sastrawan Indonesia.
Anies mengenyam pendidikan di bidang ilmu politik dan pemerintahan. Dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina selama 8 tahun dan merupakan tokoh penggagas program Indonesia Mengajar.
Pada Oktober 2013, Anies ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun, dia hanya menjabat selama dua tahun setelah mengalami perombakan atau reshuffle dan digantikan oleh Muhadjir Effendy
Pada 2017, Anies dan Sandiaga Uno diusung oleh PKS dan Partai Gerindra untuk maju dalam pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia pun berhasil mengalahkan pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi orang nomor satu di ibu kota.
Setelah masa baktinya sebagai gubernur selesai, Anies dideklarasikan oleh Partai NasDem sebagai calon Presiden Indonesia dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Riwayat pendidikan
Anies Baswedan adalah sosok yang dekat dengan dunia pendidikan, terlebih kedua orang tuanya, Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid Baswedan, merupakan seorang pendidik. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Anies sudah aktif berorganisasi sebagai pengurus bidang humas Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Saat di Sekolah Menengah Atas (SMA), dia juga aktif berorganisasi sebagai Wakil Ketua OSIS dan pada 1985 terpilih sebagai Ketua OSIS se-Indonesia.
Pada 1987, ia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama satu tahun. Hal ini membuatnya harus menempuh pendidikan SMA selama empat tahun sebelum lulus pada 1989.
Setelah kembali ke Yogyakarta, Anies mendapat kesempatan berperan di bidang jurnalistik. Anies bergabung dengan program Tanah Merdeka di Televisi Republik Indonesia (TVRI) cabang Yogyakarta dan mendapat peran sebagai pewawancara tetap tokoh-tokoh nasional. Deretan pendidikan dan pengalaman tersebut membuat Anies semakin aktif berkiprah dalam kegiatan akademik dan non-akademik sejak masa mudanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Anies melanjutkan pendidikan tingginya ke Universitas Gajah Mada (UGM), salah satu universitas terbaik di Indonesia. Dia diterima bergabung di Fakultas Ekonomi pada 1989-1995.
Saat kuliah di UGM, Anies tetap aktif berorganisasi. Dia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam, lalu menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi HMI UGM. Di fakultasnya, Anies berhasil menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan ikut membidangi kelahiran kembali Senat Mahasiswa UGM setelah pembekuan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada waktu itu.
Anies membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif memosisikan senat sebagai lembaga legislatif yang disahkan oleh kongres pada 1993.
Ketika sedang duduk di bangku kuliah, tepatnya pada 1993, Anies mendapat beasiswa dari JAL Foundation untuk mengikuti kuliah pada musim panas di Sophia University, Tokyo dalam bidang kajian Asia. Adapun beasiswa itu, dia mendapatkannya setelah memenangkan sebuah lomba menulis dengan tema tentang lingkungan.
Pada 1995, Anies mendapat gelar sebagai Sarjana Ekonomi (Bachelor of Science equivalent) dari Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta, Indonesia. Kemudian, pada tahun 1998, dia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Maryland, College Park, Amerika Serikat (AS) dengan beasiswa Fulbright di Universitas Maryland, Amerika Serikat.
Sesudah lulus S2, Anies kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat pada tahun 2004.
Kehidupan dan perjalanan karier Anies Baswedan
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, dia menikah dengan perempuan bernama Fery Farhati Ganis, tepatnya pada 11 Mei 1996. Fery bukanlah perempuan biasa, sebelum menikah dengan Anies, ternyata dia memiliki deretan profesi mentereng.
Fery sendiri pernah menjabat sebagai Ketua PKK DKI Jakarta, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta, Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, Penasihat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi DKI Jakarta, dan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta.
Anies dan Fery Farhati dikaruniai empat orang anak, yaitu Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hakim Baswedan.
Setelah menyelesaikan pendidikan S3, Anies tetap berkiprah dalam banyak hal. Dia sering berkarier dan mendapat posisi bergengsi yang membuat dia semakin dikenal oleh publik. Pada 2004-2005, Anies berkarier sebagai Research Manager, IPC Inc., Bannockburn, Illinois, USA.
Kemudian, pada tahun 2005 hingga 2009, Anies melanjutkan kariernya di Research Director, Institut Indonesia, Pusat Analisis Kebijakan Publik. Pada 2007, Anies juga menjabat sebagai Rektor dan Presiden di Universitas Paramadina Presiden.
Cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan itu disebut sebagai rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia, yakni ketika masih berusia 38 tahun.
Anies juga dikenal sebagai anggota Dewan Pemimpin Muda untuk Indonesia di Jakarta, sejak 2008 hingga sekarang. Anies pun menjabat sebagai Dewan Penasehat Bina Antarbudaya di Jakarta, Indonesia sejak 2009 sampai sekarang.
Pada 2010-2013, dia menginiasi gerakan Indonesia mengajar dan menjabat sebagai Founder dan Chairman di Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar.
Kemudian, Anies mulai terjun dan berkarier dalam dunia pemerintahan di Indonesia. Dia menjabat sebagai anggota Panitia Seleksi Komisaris KPU dan Bawaslu, selama satu tahun, tepatnya pada 2011 hingga 2012.
Sejak 2009, dia menjabat sebagai Dewan Manajer AMINEF di Jakarta hingga 2013. Mulai September 2013, Anies diangkat sebagai Dewan Pengawas AMINEF di Jakarta, Indonesia hingga saat ini.
Puncak karier Anies terjadi pada 2014, saat dirinya terpilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam Kabinet Kerja masa bakti 2014 hingga 2019. Selain deretan pendidikan dan karier menterang yang dipaparkan di atas, Anies juga berhasil mendapat banyak penghargaan dan mengikuti banyak konferensi bergengsi di luar negeri.
Anies Baswedan meraih berbagai prestasi berupa penghargaan dari berbagai lembaga penelitian dan organisasi kemitraan pemerintah dalam bidang ekonomi, politik, budaya, serta hak asasi manusia. Beberapa penghargaan itu di antaranya adalah Program Penghargaan Mahasiswa ASEAN from USAID – USIA – NAFSA dan William P. Cole III Fellowship dari School of Public Policy, University of Maryland, USA yang sama-sama diraih pada tahun 1998.
Pada tahun 2008, Anies Baswedan juga termasuk ke dalam Top 100 Intelektual Publik from Foreign Policy Magazine. Di bidang Hak Asasi Manusia, Anies meriah Penghargaan Soegeng Sarjadi untuk Inisiatif Hak Asasi Manusia (Oktober 2011). Kemudian, pada tahun 2013, Anies juga mendapatkan Anugerah Integritas Nasional dari Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Itulah profil singkat, riwayat pendidikan, dan perjalanan karir Anies Baswedan, capres Indonesia dari partai NasDem pada Pilpres 2024 mendatang.
(Kaperwil Aceh – FokusPost.com : Said Yan Rizal)







