Teror Begal Mengganas di Bilah Hulu, Warga Kampung Jawa Dikejar hingga Jati-Jati

LABUHANBATU-fokuspost.com-Aksi teror begal kembali meresahkan warga di wilayah Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Sejumlah warga dilaporkan dikejar dan nyaris menjadi korban begal di sepanjang jalan seputaran Simpang Aek Bontar, Desa Kampung Dalam, menuju arah Tanjung Siram, Rabu (11/2/2026).

Bacaan Lainnya

Dugaan aksi begal yang mengejar dan mencegat warga yang melintas di jalur tersebut, menjadi kesempatan empuk bagi para pelakunya.

Beberapa waktu yang lalu, aksi tersebut kerap terjadi di seputaran Simpang Aek Bontar, Desa Kampung Dalam, hingga arah Tanjung Siram.

Korban dan saksi
Beberapa warga Dusun Kampung Jawa, menjadi sasaran dan hampir menjadi korban dari aksi komplotan begal.

Berdasarkan keterangan warga, pelaku diduga mengintai pengguna jalan di titik persimpangan yang relatif sepi.

Salah seorang warga (10/2) mengaku dikejar dari Simpang Aek Bontar menuju arah Tanjung Siram.

“Orang itu mengejar dari simpang Aek Bontar Kampung Dalam menuju arah Tanjung Siram, bang. Saya dikejar sampai ke Jati-Jati, di situ mulai banyak rumah, mereka menghilang,” ujar salah satu sumber.

Sumber lainnya juga mengungkapkan, dirinya sempat dicegat oleh orang yang diduga pelaku begal.

Namun, saat ia langsung menghubungi rekan-rekannya melalui sambungan telepon WhatsApp, para pelaku langsung melarikan diri.

“Waktu diberhentikan mereka, saya langsung menelpon kawan-kawan. Karena mereka dengar saya menelpon, langsung cabut, bang,” ungkap sumber kedua.

Warga menduga kondisi jalan di sekitar simpang yang relatif sunyi dan minim aktivitas menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan.

Menanggapi informasi tersebut, Pemerintah Desa Kampung Dalam melalui Kepala Dusun Kampung Jawa, A. Lasito, meminta agar aparat penegak hukum segera merespons dan meningkatkan pengamanan di lokasi rawan.

“Kami sangat menyayangkan adanya aksi yang diduga begal ini karena sudah membuat masyarakat resah. Kami meminta pemerintah desa bersama aparat setempat dapat menyisir lokasi-lokasi yang dianggap rawan kejadian,” tegas Lasito.

Ia juga menambahkan, sebagian besar warga yang hampir menjadi korban merupakan warga Dusun Kampung Jawa dan sekitarnya.

Sementara itu, Kapolsek Bilah Hulu, AKP Redi Sinulingga, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (11/2/2026) belum mendapatkan respons.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya langkah nyata dan patroli rutin dari pemerintah desa bersama aparat penegak hukum, khususnya di wilayah hukum Polsek Bilah Hulu, guna mencegah terulangnya aksi begal di jalur rawan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *