Universitas Iqra Buru kembali melaksanakan prosesi wisuda untuk sarjana Angkatan XIX Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.
Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Universitas Iqra Buru ini dihadiri oleh wisudawan-wisudawati, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan dari berbagai kalangan. Sabtu, (30/8/2025)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Buru memberikan pidato yang sangat menginspirasi bagi seluruh hadirin.
Dalam pidatonya, Bupati Buru menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama kemajuan bangsa, mengingatkan bahwa dalam Islam, wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk membaca, yang menunjukkan betapa besar nilai ilmu bagi peradaban umat manusia.
Bupati menegaskan, meskipun hari ini para wisudawan resmi menyandang gelar sarjana, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.
Sebaliknya, ini adalah gerbang baru untuk memasuki dunia yang lebih luas dengan berbagai tantangan. “Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak boleh berhenti pada tataran teori.
Seharusnya ilmu tersebut diterjemahkan dalam bentuk karya nyata yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, seperti mengembangkan ekonomi kreatif, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kelestarian lingkungan, dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Bupati.
Tidak hanya itu, Bupati Buru juga mengingatkan bahwa para sarjana tidak hanya dituntut untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang kerja dan pemimpin perubahan di masyarakat.
Ia mengutip pesan Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa “ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.
” Oleh karena itu, sebagai sarjana, mereka memiliki dua tanggung jawab besar: pertama, tanggung jawab akademik untuk menjaga integritas dan terus mengembangkan pengetahuan;
Kedua, tanggung jawab sosial untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Bupati juga menyampaikan bahwa persaingan di dunia kerja bukanlah ancaman, melainkan sarana untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Kesuksesan autentik tidak hanya diukur dari seberapa tinggi jabatan yang kalian raih, tetapi seberapa besar manfaat yang kalian berikan kepada orang lain,” tambahnya.
Sebelum mengakhiri pidatonya, Bupati mengajak para wisudawan untuk selalu mengingat tiga hal penting: pertama, bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan; kedua, berterima kasih kepada orang tua yang doa dan dukungannya mengantar mereka sampai di titik ini; dan ketiga, mengabdi kepada daerah dan bangsa, karena ilmu yang diperoleh adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Kaperwil Maluku (SP)