LABUHANBATU – Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menegaskan bahwa pengendalian inflasi di daerah tidak boleh hanya menjadi angka statistik semata.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Maya saat menerima kunjungan jajaran Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di hadapan para pejabat daerah, Maya menekankan bahwa menjaga stabilitas harga bahan pokok saja tidak cukup.
Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan setiap kebijakan pengendalian inflasi mampu memperkuat daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengendalian inflasi tidak boleh hanya berhenti pada stabilitas harga. Yang paling penting adalah dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Maya.
Ia juga mengapresiasi kunjungan Bank Indonesia yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Ahmadi Rahman Muqorobin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran melalui pemanfaatan QRIS.
Menurut Ahmadi, perkembangan digitalisasi transaksi di Labuhanbatu menunjukkan tren yang sangat positif.
Saat ini, Indeks Elektrifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Labuhanbatu telah mencapai 95,5 persen, yang menandakan daerah tersebut telah masuk dalam kategori digital.
Selain itu, pemanfaatan kanal pembayaran digital untuk Pendapatan Daerah juga terus meningkat dan kini telah mencapai 75 persen.
“Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Di antaranya optimalisasi pajak dan retribusi daerah berbasis digital, pemberian insentif bagi masyarakat dan OPD, pemutakhiran roadmap Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), penguatan regulasi pendukung ETPD, serta peningkatan capacity building yang terdokumentasi dengan baik.
Pertemuan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara jajaran pemerintah daerah dan Bank Indonesia.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata serta foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transformasi digital di Kabupaten Labuhanbatu.
Kalau abang Herman mau, saya juga bisa buat versi yang lebih “tajam lagi khusus gaya headline media online”, misalnya seperti ini:
5 Contoh Judul yang Lebih Menggigit:
Bupati Maya: Inflasi Tak Boleh Sekadar Stabil, Rakyat Harus Sejahtera
Inflasi Harus Berdampak ke Rakyat, Maya Hasmita Tekankan Sinergi dengan BI
Maya Hasmita Dorong Digitalisasi Ekonomi, Inflasi Harus Terkendali
BI dan Pemkab Labuhanbatu Perkuat Sinergi, Maya: Dampaknya Harus ke Masyarakat
ETPD Labuhanbatu Tembus 95,5 Persen, Maya: Ekonomi Digital Terus Diperkuat




