Lubang Proyek di Desa Ujung Kubu Batubara Dibiarkan Menganga, Siswa SD Terperosok

BATU BARA –fokispost.com- Proyek revitalisasi Ruang Kelas Baru (RKB) UPT Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembinaan di Desa Ujung Kubu, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, menuai sorotan.

Lubang galian pondasi yang disebut dibiarkan terbuka tanpa pengaman diduga membahayakan keselamatan anak-anak di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya

Proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian dan dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah itu menjadi perhatian setelah seorang siswa SD Negeri 15 berinisial RK, yang sekolahnya berada bersebelahan dengan lokasi proyek, dilaporkan terperosok ke dalam lubang galian.

Peristiwa tersebut disebut terjadi saat lubang galian dengan kedalaman diperkirakan sekitar setengah meter dalam kondisi terbuka dan terisi air.

Beruntung, korban tidak mengalami luka serius. Namun, kaki korban dilaporkan mengalami memar, sementara pakaian korban basah dan kotor hingga aktivitas belajarnya terganggu.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, lubang tersebut sebelumnya digali untuk kebutuhan pondasi bangunan baru.

Namun, setelah pekerjaan dialihkan ke lokasi lain, lubang bekas galian itu diduga tidak segera ditutup maupun diberi pagar pembatas atau tanda pengaman.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan di sekitar lokasi proyek, terlebih area tersebut berada dekat dengan lingkungan sekolah yang setiap hari dipenuhi aktivitas anak-anak.

Kepala Sekolah Bantah Ada Siswa Terjatuh
Saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp, Kepala Sekolah TK Negeri Pembinaan berinisial FZ membantah adanya siswa yang terjatuh ke dalam lubang tersebut.

“Pak, maaf saya lagi Bintek. Setahu saya tidak ada murid yang terjatuh di situ,” jawab FZ.

Pernyataan tersebut berbeda dengan informasi yang diperoleh wartawan dari sumber di lokasi yang menyebutkan adanya siswa SD yang terperosok ke dalam lubang galian.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyayangkan kondisi tersebut.

Menurutnya, keselamatan anak-anak di sekitar proyek semestinya menjadi perhatian utama, apalagi pekerjaan tersebut berada di lingkungan sekolah dan menggunakan anggaran pemerintah.

“Kami sangat menyayangkan sikap seperti ini. Proyek ini menggunakan anggaran pemerintah dan lokasinya berada di lingkungan sekolah. Kalau memang ada lubang terbuka yang berpotensi membahayakan anak-anak, seharusnya segera diamankan. Jangan sampai menunggu ada korban yang lebih serius,” ujarnya.

Wali Murid Minta Dinas dan Inspektorat Turun Tangan
Pihak keluarga korban dan wali murid meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara serta Inspektorat turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi proyek, termasuk aspek keselamatan lingkungan selama pelaksanaan pekerjaan swakelola.

Mereka juga mendesak agar lubang galian yang masih terbuka segera ditutup atau diamankan dengan penghalang yang memadai guna mencegah terjadinya kecelakaan terhadap siswa maupun warga sekitar.

Permintaan tersebut dinilai penting karena lokasi proyek berada berdekatan dengan lingkungan sekolah sehingga aktivitas anak-anak tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari area pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi lubang galian, langkah pengamanan yang telah dilakukan, maupun mekanisme pengawasan keselamatan selama pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
(AUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *