Buah Sawit Diduga Berton-ton Terlantar di Afdeling 2 Sei Baruhur, Potensi Kerugian BUMN Dipertanyakan

LABUHANBATU SELATAN — Pengelolaan hasil panen kelapa sawit di lingkungan PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Baruhur, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, menjadi sorotan. Pasalnya, di Afdeling 2, tepatnya pada blok yang diduga I8 dan I9, ditemukan informasi adanya buah kelapa sawit hasil panen yang diduga terlantar selama berhari-hari.

Buah yang disebut sebagai restan tersebut diduga belum segera diangkut ke tempat pengolahan. Kondisi ini disebut menyebabkan sebagian buah mengalami penurunan mutu, bahkan diduga mulai membusuk dan ditumbuhi jamur.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, volume buah restan tersebut diduga mencapai hingga hitungan ton. Apabila kondisi tersebut benar, tentu menjadi perhatian serius karena buah kelapa sawit merupakan hasil produksi yang memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan milik negara.

Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan panen, pengumpulan hasil produksi, hingga mekanisme pengangkutan buah dari lapangan menuju pabrik.

Terlebih, keterlambatan pengangkutan buah kelapa sawit dapat berdampak terhadap kualitas dan nilai ekonominya. Namun, jumlah pasti buah yang terdampak maupun nilai kerugian belum dapat dipastikan dan masih memerlukan verifikasi serta penghitungan resmi dari pihak perusahaan.

Potensi Kerugian Perlu Diaudit

Jika benar terdapat buah hasil panen dalam jumlah besar yang dibiarkan berhari-hari hingga mengalami kerusakan, manajemen PTPN IV Regional 1 perlu menjelaskan penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Perlu diketahui pula apakah persoalan tersebut disebabkan keterlambatan pengangkutan, kendala operasional, kapasitas angkut, kondisi jalan, maupun faktor lainnya.

Selain itu, penting dilakukan pencatatan dan pemeriksaan terhadap volume buah yang menjadi restan serta menghitung potensi penurunan nilai produksi.

Sebab, apabila buah tersebut merupakan hasil produksi perusahaan BUMN, setiap kehilangan atau penurunan nilai produksi pada akhirnya dapat berdampak terhadap kinerja perusahaan.

Asisten Kepala Rayon Barat Belum Memberikan Penjelasan

Upaya konfirmasi terkait dugaan tersebut diarahkan kepada Asisten Kepala Rayon Barat, Lamsar Nababan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan terkait dugaan buah restan di Afdeling 2 tersebut.

Sejumlah hal yang masih membutuhkan klarifikasi antara lain berapa jumlah buah yang diduga menjadi restan, sejak kapan berada di blok I8 dan I9, apa penyebab keterlambatan pengangkutan, serta langkah apa yang telah dilakukan manajemen untuk mengatasi persoalan tersebut.

Keterangan dari pihak manajemen diperlukan agar informasi mengenai dugaan buah restan tersebut tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Manajemen Diharapkan Transparan

Publik berharap manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Baruhur dapat segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di Afdeling 2, khususnya blok yang disebut I8 dan I9.

Jika ditemukan adanya buah restan dalam jumlah signifikan, perusahaan diharapkan dapat menjelaskan penyebab, volume, kondisi buah, serta potensi kerugian atau penurunan nilai produksi yang ditimbulkan.

Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pihak perusahaan juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan data pembanding.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Lamsar Nababan maupun manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Baruhur mengenai dugaan tersebut. Berita ini terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait.

(Rp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *