Pakpak bharat fokuspost.com_Tradisi adat Mnggustungken Sebban Mi Nangguru Ketaring menjadi penanda resmi dimulainya Pesta Budaya Oang-Oang Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2026.
Prosesi sakral ini dilakukan di Lapangan Napa Sengkut, Salak, dengan menyalakan api pada tungku yang telah dipersiapkan di tengah lapangan.
Pesta ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pakpak Bharat.
Api tersebut dinyalakan bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, unsur DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh agama, serta masyarakat Pakpak Bharat
Pesta Budaya Oang-Oang tahun ini digelar dengan berbagai kegiatan bernuansa adat dan budaya. Tujuannya tidak hanya melestarikan warisan budaya Pakpak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap akar tradisi leluhur.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif.
Tradisi adat Mnggustungken Sebban Mi Nangguru Ketaring menjadi penanda resmi dimulainya Pesta Budaya Oang-Oang Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2026.
Prosesi sakral ini dilakukan di Lapangan Napa Sengkut, Salak, dengan menyalakan api pada tungku yang telah dipersiapkan di tengah lapangan. Pesta ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pakpak Bharat.
Ragam Lomba Bernuansa Budaya Pakpak
Berbagai perlombaan digelar untuk memperkuat identitas budaya Pakpak, di antaranya:
– Lomba aksara Pakpak: menulis dan membaca aksara Pakpak.
– Lomba tatak Pakpak: menampilkan keterampilan tradisi khas Pakpak.
Vokal grup lagu Pakpak: menyanyikan lagu-lagu daerah Pakpak.
– Fashion show pakaian adat:
memperlihatkan keindahan busana adat Pakpak.
Lomba budaya lainnya: beragam kompetisi yang memperkaya suasana pesta.
Dalam sambutannya, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menegaskan bahwa pesta budaya ini merupakan wujud nyata kekayaan adat istiadat masyarakat Pakpak.(sb)






