Polda Maluku dan BPMP Bersinergi Membangun Generasi Toleran dan Berkarakter sebagai Benteng Pencegahan Konflik Sosial di Indonesia Timur

POLDA MALUKU–FOKUSPOST.COM- Polda Maluku dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku memperkuat sinergi strategis dalam membangun generasi muda yang toleran, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan sebagai benteng utama pencegahan konflik sosial di Indonesia Timur.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si dengan Kepala BPMP Provinsi Maluku Dr. La Mansur, S.Pd., M.Si beserta jajaran di Ruang Tamu Kapolda Maluku, Rabu (3/6/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan yang turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku tersebut membahas penguatan kolaborasi antara sektor pendidikan dan kepolisian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, toleran, serta memiliki daya tahan terhadap berbagai potensi konflik dan pengaruh negatif di tengah perkembangan sosial yang semakin kompleks.

Kapolda Maluku menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas kehidupan sosial masyarakat sekaligus menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan harus ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda memiliki kemampuan untuk menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Edukasi merupakan langkah paling penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Semakin baik pendidikan karakter yang diberikan sejak dini, maka semakin kuat pula daya tahan mereka terhadap berbagai pengaruh negatif,” kata Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan karakter generasi muda yang mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing.

Dalam konteks Maluku yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat, Kapolda menilai pendidikan toleransi memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan masyarakat.

“Kami berharap dapat dibangun pola pembelajaran yang mempererat hubungan antara anak-anak Muslim dan Nasrani sejak dini. Mereka harus saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujarnya.

Kapolda juga mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung para pelajar, khususnya di wilayah yang pernah mengalami konflik sosial maupun daerah yang membutuhkan penguatan pendidikan karakter.

Menurutnya, kegiatan pembinaan disiplin, pendidikan kebangsaan, pelatihan kepemimpinan, hingga edukasi keselamatan berlalu lintas dapat menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, dan cinta damai.

“Kami ingin berkolaborasi menyentuh sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan maupun bekas konflik. Melalui kegiatan seperti pelatihan baris-berbaris, disiplin berlalu lintas, dan pendidikan karakter, kita dapat menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta cinta damai kepada generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Maluku Dr. La Mansur menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Maluku terhadap berbagai program peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk institusi kepolisian.

“Kami berharap melalui audiensi ini terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara BPMP dan Polda Maluku dalam mendukung keberhasilan program pendidikan di Maluku. Kami juga berencana melaksanakan kegiatan bersama bertajuk ‘Baku Kele Bersama Polda Maluku’ sebagai wadah mempererat kebersamaan dan pendidikan karakter generasi muda,” ujarnya.

Selain membahas program penguatan karakter, audiensi juga menyinggung peluang kerja sama dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, penguatan pendidikan antikorupsi, literasi digital, serta peningkatan kesadaran hukum bagi pelajar sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berkualitas dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga mengungkapkan rencana melibatkan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota dalam sejumlah kegiatan edukatif pada rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan, memperluas ruang interaksi lintas kelompok, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam mencetak generasi Maluku yang unggul, berkarakter, toleran, serta menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat dan menyiapkan generasi masa depan yang mampu menjaga persatuan bangsa, sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *