Ibu Demonstran Tampar Intel Korem, Gunung Botak Kembali Memanas

BURU-fokuspost.com– Situasi di kawasan tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, memanas, Rabu (3/6/2026). Puluhan ibu-ibu menggelar aksi protes dan meluapkan kekecewaan mereka terhadap dugaan masih berlangsungnya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

Dalam aksinya, massa menuding aparat yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Gunung Botak melakukan pembiaran terhadap aktivitas yang mereka nilai masih terjadi di kawasan tambang emas tersebut.

Bacaan Lainnya

Dengan berbagai tuntutan yang disuarakan, para demonstran meminta aparat bertindak tegas dan transparan dalam melakukan pengawasan.

Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Komandan Kompi Yonif 733/Masariku, Kapten Inf Nasrun Tomia. Ia menegaskan bahwa personel Satgas tetap menjalankan tugas pengamanan dan pemantauan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami tidak pernah tutup mata. Satgas bekerja siang dan malam sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Tuduhan pembiaran itu tidak benar dan tidak berdasar,” tegas Kapten Inf Nasrun Tomia.

Ketegangan aksi semakin meningkat ketika terjadi insiden yang melibatkan seorang anggota Intel Korem 151/Binaya yang sedang melakukan pemantauan di lokasi demonstrasi.

Seorang perempuan berinisial ML alias Mey Lesnusa diduga menampar anggota intel tersebut di tengah berlangsungnya aksi. Peristiwa itu sontak menarik perhatian massa dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan sehingga tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi terkait langkah hukum yang akan diambil terhadap ML atas dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas negara.

Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya tensi dan sensitivitas persoalan Gunung Botak yang hingga kini masih menjadi sorotan publik.

Aparat keamanan dan pemerintah daerah diharapkan dapat mengedepankan pendekatan persuasif serta transparansi dalam penanganan berbagai persoalan yang berkembang di kawasan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *