Wakil Ketua Pemuda Adat: Jangan Bangun Isu yang Meresahkan Masyarakat di Gunung Botak

BURU Fokus Post Com-Wakil Ketua Pemuda Adat setempat, Jhon K. Manuputty, menyampaikan pernyataan keras terkait munculnya pemberitaan yang menuding masih adanya aktivitas bak rendaman dan kolam galian pada malam hari di kawasan pertambangan Gunung Botak.

Menurut Jhon, seluruh pihak harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Bacaan Lainnya

Jangan sampai pemberitaan yang belum didukung fakta dan bukti lapangan justru membangun opini yang meresahkan masyarakat sekaligus menyudutkan personel Pos PAM Satgas PKH Yonif 733/Masariku yang saat ini melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Gunung Botak.

«“Jangan bangun isu yang akhirnya menyusahkan masyarakat dan personel yang sedang menjalankan tugas. Kalau ada informasi mengenai aktivitas rendaman atau kolam pada malam hari, sampaikan berdasarkan fakta dan bukti yang benar, bukan sekadar dugaan,” tegas Jhon.»

Ia juga meminta Pangdam XV/Pattimura dan Danrem 151/Binaya agar tidak serta-merta mempercayai setiap pemberitaan yang beredar mengenai dugaan aktivitas pertambangan malam hari di Gunung Botak.

Menurutnya, informasi tersebut perlu diverifikasi terlebih dahulu melalui pemantauan dan pengecekan langsung di lapangan.

Jhon menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukannya selama proses pengamanan oleh personel Pos PAM Satgas PKH Yonif 733/Masariku, dirinya belum melihat adanya aktivitas bak rendaman maupun kolam galian yang menonjol sebagaimana yang diberitakan.

“Saya turun melihat kondisi di lapangan dan mengikuti perkembangan situasi. Sampai saat ini, selama pengamanan oleh personel Yonif 733/Masariku, saya tidak melihat adanya aktivitas rendaman maupun kolam yang menonjol, khususnya seperti yang ditudingkan terjadi pada malam hari,” ujarnya.

Ia meminta agar kritik maupun informasi terkait Gunung Botak disampaikan secara objektif, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai isu yang tidak terverifikasi justru menimbulkan keresahan serta menciptakan kesan seolah-olah personel yang bertugas melakukan pembiaran.

“Kalau memang ada aktivitas ilegal, tunjukkan lokasi, waktu, bukti dan siapa yang terlibat. Jangan hanya membuat narasi yang kemudian menyudutkan petugas. Kita semua berkepentingan menjaga Gunung Botak tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Jhon juga mengapresiasi personel Pos PAM Satgas PKH Yonif 733/Masariku yang menurutnya hingga saat ini terus menjalankan tugas pengamanan wilayah.

Ia berharap seluruh informasi yang masuk kepada pimpinan TNI dapat diverifikasi secara berjenjang sehingga keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Jangan karena kepentingan pemberitaan atau kepentingan kelompok tertentu, kemudian masyarakat yang menjadi korban dan personel yang sedang bertugas ikut disudutkan. Gunung Botak membutuhkan informasi yang benar, bukan isu yang memperkeruh keadaan,” pungkas Jhon. ( Tim A1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *