Wakil Ketua Pemuda Adat Soroti Pemberitaan Soal Pengamanan Pos PAM Gunung Botak

NAMLEA -FOKUS POST COM –Wakil Ketua Pemuda Adat memberikan pernyataan tegas terkait pemberitaan salah satu media online di Maluku yang menyoroti aktivitas pengamanan Pos PAM di kawasan Gunung Botak.31)8/26

Menurut Wakil Ketua Pemuda Adat, Jhon Kanuputty  pemberitaan yang dikaitkan dengan pernyataan salah satu aktivis bernama A. Rifky Darlen  Korlap Gasmen Hendra Lapandewa Korlap PMKB , Dayat Warawara Korlap Pelopor  Rudy Rumagia Korlap FPPM dinilai perlu dikritisi

Bacaan Lainnya

Menurutnya, substansi pemberitaan tersebut lebih banyak mengarah pada opini pribadi daripada penyampaian fakta yang terverifikasi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa setiap informasi mengenai aktivitas pengamanan di Gunung Botak seharusnya disampaikan berdasarkan fakta, data, serta hasil konfirmasi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan, bukan semata-mata berdasarkan pernyataan sepihak.

“Kalau sebuah pemberitaan hanya dibangun berdasarkan opini seseorang tanpa didukung fakta dan bukti yang jelas, tentu publik berhak mempertanyakan tujuan dari pemberitaan tersebut,” tegasnya.

Wakil Ketua Pemuda Adat juga menilai bahwa dugaan adanya kepentingan tertentu di balik sebuah pemberitaan harus menjadi perhatian  jangan merugikan nama baik institusi maupun pihak-pihak yang bertugas menjaga keamanan di Gunung Botak.

Namun demikian, ia meminta agar tudingan mengenai adanya motif memperoleh uang tersebut tidak dianggap sebagai fakta sebelum terdapat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Saya akan melakukan somasi ke dewan pers karna pemberitaan ini sepihak tanpa ada konfirmasi dengan pihak pos PAM yang melakukan pengamanan di areal tersebut 

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk aktivis dan insan pers, untuk menjaga profesionalitas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kritik terhadap aparat maupun pengelolaan Gunung Botak, menurutnya, tetap merupakan bagian dari kontrol publik, tetapi harus dilakukan secara objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta.

“Gunung Botak membutuhkan informasi yang benar, bukan informasi yang dapat memancing kegaduhan. ( TmA1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *