Kejari Labuhanbatu Kembali Didesak Buka Suara, Kasus KPR Subsidi Rp10 Miliar BSI Rantauprapat Mengendap,

LABUHANBATU-fokuspost.com-Penanganan dugaan korupsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi senilai kurang lebih Rp10 miliar di Bank Syariah Indonesia Cabang Rantauprapat kembali menjadi sorotan publik. demikian dilaporkan terbaru Jumat (15/5)2026).

Pasalnya, hingga pertengahan Mei 2026, belum juga ada penjelasan resmi maupun kepastian hukum terkait perkembangan kasus yang sebelumnya sempat ramai diberitakan dan disebut telah menyeret puluhan pihak untuk dimintai keterangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Bacaan Lainnya

Tim Fokuspost.com,, kembali melayangkan konfirmasi resmi kepada Kasi Intelijen Rahmad Memed Sugama Siregar pada Rabu (13/5/2026), guna mempertanyakan sejauh mana progres penanganan perkara yang diduga merugikan keuangan negara miliaran rupiah tersebut.

Dalam surat konfirmasi itu, Tim menyoroti belum adanya keterbukaan informasi dari pihak Kejari Labuhanbatu meski sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi.

“Publik hingga saat ini masih mempertanyakan keseriusan dan perkembangan penanganan dugaan korupsi KPR subsidi Rp10 miliar di BSI Rantauprapat.

Namun hingga kini belum juga ada keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan maupun penetapan tersangka,” tulis fokuspost.com dalam konfirmasi tersebut.

Adapun sejumlah poin penting yang dipertanyakan kepada pihak Kejari Labuhanbatu antara lain terkait perkembangan terbaru perkara, status penanganan apakah masih tahap penyelidikan atau sudah naik ke penyidikan, hingga alasan belum adanya penetapan tersangka meski pemeriksaan saksi telah dilakukan secara masif.

Tak hanya itu, media yang sering memberitakan perkembangan kasus ini  juga mempertanyakan komitmen Kejari Labuhanbatu agar perkara tersebut tidak terkesan “jalan di tempat” dan meminta adanya kepastian hukum yang transparan kepada masyarakat.

Sorotan fokuspost.com terhadap kasus ini terus menguat. Sebab, semakin lama penanganan perkara tanpa kejelasan, maka semakin besar pula munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.

fokuspost kini menunggu sikap tegas dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu untuk membuka perkembangan terbaru kasus yang sebelumnya telah menjadi perhatian luas tersebut..

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejari Labuhanbatu melalui Kasi Intelijen Rahmad Memed Sugama Siregar belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi yang telah dilayangkan.

(Herman Damanik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *