Wakil Ketua Pemuda Adat Buru Apresiasi Ketegasan TNI/Polri Amankan PETI Gunung Botak

BURU, FOKUSPOST.COM – Penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat dan pemuda adat.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua Pemuda Adat Buru, Jhon K. Manuputty alias Kamba, Kamis (14/05/2026).

Bacaan Lainnya

Ia menilai langkah tegas aparat TNI/Polri dalam mengamankan kawasan Gunung Botak berhasil menekan aktivitas tambang ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.

Menurutnya, sejak personel TNI dari Yonif 733/Masariku bersama aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan penjagaan ketat, aktivitas para penambang ilegal sudah tidak lagi leluasa seperti sebelumnya.

“Sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas menonjol seperti kolam rendaman maupun aktivitas ‘kodok-kodok’ yang biasa beroperasi di lokasi PETI. Setiap satu jam aparat rutin melakukan patroli di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi aktivitas penambang,” ujar Kamba.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan yang dijaga personel TNI Yonif 733/Masariku terlihat steril dari aktivitas tambang ilegal.

Kondisi ini sekaligus membantah berbagai isu maupun pemberitaan yang dinilai menyudutkan aparat pengamanan di Gunung Botak.

Kamba menegaskan, tudingan miring terhadap kinerja TNI, khususnya Yonif 733/Masariku, hanyalah opini liar yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat yang saat ini sedang bekerja keras menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Sementara itu, salah seorang penambang yang sempat mencoba masuk ke kawasan PETI mengaku gagal beroperasi karena ketatnya penjagaan aparat.

“Kami tidak berhasil naik ke Gunung Botak karena anggota terus patroli ke lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penambang.

Kalau ditemukan, kami langsung dikumpulkan lalu diturunkan secara paksa dan dikawal sampai Jalur D Dusun Persiapan Wansaid, Kecamatan Waelata,” ungkapnya.

Ia juga mengakui aparat bertindak humanis tanpa melakukan kekerasan terhadap para penambang yang diamankan.

“Walaupun kami mencoba masuk lewat jalan tikus, tetap ditahan karena lokasi dijaga ketat. Saya pribadi mengapresiasi kerja TNI Yonif 733/Masariku karena pengamanan dilakukan tanpa tindakan kasar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera memanggil pihak koperasi untuk melengkapi seluruh dokumen perizinan agar masyarakat penambang dapat bekerja secara legal dan berada dalam pengawasan pemerintah.

Selain memberikan apresiasi kepada personel Yonif 733/Masariku, ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Danrem XV/Pattimura, Pomdam XV/Pattimura, Kapolres Buru,

Serta Dandim 1506/Namlea atas keberhasilan mengamankan situasi Gunung Botak, termasuk penangkapan 24 WNA asal China di Jalur B kawasan PETI Gunung Botak.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di wilayah PETI Gunung Botak dilaporkan aman dan terkendali.

Aktivitas tambang ilegal tidak lagi terlihat, termasuk operasional sejumlah perusahaan yang sebelumnya disebut beraktivitas di kawasan tersebut.
(Kaperwil Maluku)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *