Forkopimda Turun Gunung, Kapolda Maluku Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah di Gunung Botak

BURU –fokuspost.com- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku turun langsung ke kawasan tambang rakyat Gunung Botak, Kabupaten Buru, Rabu (6/5/2026)

Guna memastikan penertiban tambang ilegal berjalan tegas dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Kunjungan dipimpin Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan jajaran Forkopimda sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menata kembali kawasan pertambangan yang selama ini dinilai rawan konflik sosial dan kerusakan lingkungan.

Rombongan meninjau langsung Pos Tanah Merah, memantau aktivitas pengamanan, menerima paparan Satgas Penertiban, hingga menyaksikan pemusnahan barang bukti hasil operasi tambang ilegal di kawasan Gunung Botak.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, penataan Gunung Botak menjadi langkah penting untuk menghentikan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal yang berlangsung bertahun-tahun.

“Penertiban ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi menyangkut masa depan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat,” tegas Gubernur.

Ia juga mengajak masyarakat agar meninggalkan praktik tambang ilegal dan beralih ke sistem pertambangan rakyat yang sah melalui koperasi resmi.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap aktivitas pertambangan ilegal di Gunung Botak.

“Gunung Botak harus ditata dengan pendekatan hukum, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan secara seimbang,” tegas Kapolda.

Menurutnya, penanganan kawasan tambang tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan preventif dan edukatif agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang legal dan bertanggung jawab.

Kapolda memastikan Polda Maluku bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus mengawal proses penataan Gunung Botak demi menciptakan sistem pertambangan rakyat yang aman, tertib, legal, dan berkelanjutan.

Usai peninjauan lapangan, Forkopimda Maluku menggelar konferensi pers sebagai bentuk transparansi kepada publik terkait langkah penertiban dan penataan kawasan tambang Gunung Botak.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *