Buru FOKUS POST Com ,Wakil Ketua Pemuda Adat Jhon K Manuputty yang biasa disapa Kamba angkat bicara menanggapi beredarnya tudingan melalui akun anonim yang diarahkan kepada Danpos Longsoran di kawasan Gunung Botak.
Ia menilai tudingan tersebut tidak mendasar apabila tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi dan meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.20 – 8 – 2026
Menurutnya, penggunaan akun anonim untuk menyebarkan tudingan terhadap personel maupun institusi TNI justru berpotensi membangun opini liar dan memperkeruh situasi keamanan di kawasan Gunung Botak.
“Jangan membangun isu melalui akun anonim kemudian membuat tudingan seolah-olah sudah menjadi fakta. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, sampaikan bukti dan laporkan melalui jalur resmi. Jangan menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menghakimi seseorang tanpa dasar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Yonif R 733/Masariku selama ini mendapat tugas untuk melaksanakan pengamanan di kawasan Gunung Botak pasca penyisiran pada Desember 2025.
Karena itu, masyarakat diminta melihat tugas personel secara objektif dan tidak serta-merta membangun persepsi negatif hanya berdasarkan postingan yang sumbernya tidak jelas.
Wakil Ketua Pemuda Adat menegaskan bahwa kritik terhadap aparat merupakan hal yang dapat disampaikan sepanjang didukung fakta dan bukti.
Namun, kritik tidak boleh berubah menjadi tuduhan yang berpotensi merusak nama baik personel maupun institusi TNI.
“Kalau ada bukti, silakan dibuka secara terang dan diproses sesuai hukum. Tetapi kalau hanya tudingan dari akun anonim tanpa bukti yang jelas, jangan langsung dipercaya. Ini yang harus diluruskan agar masyarakat tidak terprovokasi,” ujarnya.
Ia juga meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk bertanggung jawab terhadap setiap materi yang dipublikasikan.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan informasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk memastikan informasi tersebut benar, berimbang, dan tidak menyesatkan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat adat, pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Buru untuk bersama-sama menjaga situasi Gunung Botak tetap aman dan kondusif.
“Jangan karena kepentingan tertentu kemudian citra TNI dirusak dengan isu yang belum terbukti. Personel yang bertugas harus dinilai berdasarkan kinerja dan fakta di lapangan, bukan berdasarkan postingan akun anonim. Kalau ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus diproses. Tetapi jangan menghukum seseorang hanya karena tudingan yang belum terbukti kebenarannya,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak mengedepankan klarifikasi dan mekanisme hukum apabila menemukan dugaan pelanggaran, sehingga persoalan Gunung Botak tidak kembali menjadi ruang pertarungan opini dan provokasi yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
(Tim A1 )






