AMBON –fokuspost.com-Polda Maluku memperketat pengawasan proses penerimaan calon Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menegaskan komitmen seleksi yang bersih, transparan, objektif, dan bebas intervensi.
Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Uji Akademik dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) yang digelar di Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Ambon, Senin (25/5/2026).
Sebanyak 38 peserta mengikuti tahapan seleksi meliputi Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan, Penalaran Numerik, Bahasa Indonesia, hingga penilaian mental kepribadian sebagai bagian dari upaya mencetak personel Polri yang profesional dan berintegritas.
Suasana ujian berlangsung serius dan tertib. Para peserta tampak fokus menatap layar komputer, berjuang meraih cita-cita menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.
Untuk menjamin proses seleksi berjalan jujur dan akuntabel, pengawasan dilakukan secara berlapis.
Selain melibatkan pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, seleksi juga diawasi unsur eksternal dari kalangan akademisi dan media.
Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol Indera Gunawan menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titipan, permainan, maupun intervensi dalam rekrutmen anggota Polri.
“Rekrutmen Polri adalah pintu awal lahirnya anggota Polri berkualitas. Karena itu prosesnya harus bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada permainan,” tegasnya saat meninjau pelaksanaan ujian.
Ia menekankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) menjadi fondasi utama dalam seluruh tahapan seleksi.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dibangun sejak proses penerimaan anggota baru dilakukan secara profesional dan adil.
“Setiap peserta memiliki peluang yang sama. Kelulusan ditentukan kemampuan dan hasil kerja peserta sendiri, bukan faktor lain,” ujarnya.
Sistem CAT yang diterapkan juga memungkinkan hasil ujian diketahui secara langsung setelah tes selesai, sehingga meminimalkan potensi manipulasi nilai sekaligus memperkuat transparansi.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan Polri terus melakukan pembenahan sistem rekrutmen berbasis merit dan kompetensi.
Menurutnya, institusi Polri membutuhkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, disiplin, dan mental kepribadian yang baik.
“Polri masa depan membutuhkan personel profesional, disiplin, berintegritas, dan siap melayani masyarakat. Karena itu proses seleksi dilakukan ketat agar yang terpilih benar-benar putra-putri terbaik bangsa,” katanya.
Ia menambahkan keterlibatan pengawas internal dan eksternal menjadi bagian dari reformasi kelembagaan Polri untuk membangun sistem rekrutmen yang terbuka dan dipercaya masyarakat.
Hingga tahapan ujian berakhir, seluruh rangkaian seleksi berlangsung aman, tertib, dan lancar sesuai standar operasional yang berlaku.
Melalui sistem seleksi yang ketat dan transparan, Polda Maluku menegaskan tekad melahirkan generasi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di era modern sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.






