Dunia Pendidikan Tercoreng, Orang Tua Korban di Namlea Angkat Bicara

Namlea,-fokuspist.com-Dunia pendidikan di Kabupaten Buru, khususnya Namlea, kembali tercoreng. Kasus dugaan pelecehan oleh oknum guru terhadap seorang siswi SMA kini mencuat setelah orang tua korban angkat bicara.

Menurut keterangan ibu korban, bunga 17 tahun (nama samaran) anaknya mulai bercerita dengan bertanya polos, apakah pak guru itu sudah menikah. Orang tua korban menjawab bahwa gurunya sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Pertanyaan itu menjadi pintu pertama terungkapnya dugaan perbuatan tidak pantas yang dialami sang anak.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, korban (bunga) curhat di kebun kepada ibunya bahwa ada gosip yang beredar. Ibunya pun bertanya, “Ada gosip apa? Perjelas, nak.”

Korban ( bunga) bercerita, saat di sekolah korban, ia diminta mengerjakan tugas. Saat itu ada lima orang—korban seorang perempuan dan empat anak laki-laki. Korban sempat bertanya kepada pak guru, “Kenapa saya sendiri yang disuruh sapu kelas?”

Pelaku menjawab dengan nada tidak wajar, “Sudah, se duluan. Nanti pak guru ikut.” Jawaban itu membuat korban semakin tidak nyaman.

Saat korban sedang curhat kepada ibunya di kebun, ayahnya datang. Ibunya berkata, “Nak, ada bapak.” Di momen itulah korban akhirnya berani mengaku, “Guru suruh k SMP 29 dan cium saya, padahal saya tidak mau.” Pengakuan itu sontak membuat ibu korban terkejut.

Ibu korban lalu bertanya, “Bagaimana, nak? Lapor saja?” Namun korban menjawab dengan nada ketakutan, “Jangan dulu, Mama. Sementara ada ujian, takut pak guru ancam nilai ujian.”

Kepada aparat keamanan setempat, Wa Ode Ma’ani menyampaikan sejumlah tuntutan:

1. Pak guru harus dikeluarkan dari sekolah agar tidak mengulangi perbuatan serupa kepada murid lain.
2. Ganti rugi atas rasa malu dan trauma yang dialami anaknya.

“Saya takut nanti ada korban lain. Pak guru seperti ini harus diproses hukum seberat-beratnya. Jangan sampai dia bebas dan mengajar lagi,” ujar Wa Ode Ma’ani.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Namlea. Seorang guru yang seharusnya menjadi pelindung, pendidik, dan teladan, justru diduga menyalahgunakan wewenangnya.

Publik kini menanti langkah tegas aparat kepolisian, Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, dan pihak sekolah untuk mengusut tuntas kasus ini serta mengembalikan rasa aman di lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *